Spread the love

Beritamenang.com JAKARTA, – PT Kereta Commuter Indonesia (KCI) mengumumkan perubahan pola angkutan umum di Stasiun Manggarai dan Jalan KRL Jabodetabek. Hal ini juga sejalan dengan rencana pengembangan stasiun mangarai ke depan.

Anne Purba, Vice President KAI Commuter, mengatakan stasiun yang akan menjadi stasiun pusat ini akan dibangun dengan 18 peron.

Karena banyaknya peron, pola penyeberangan di Stasiun Mangarai tidak mungkin dilakukan jika tetap menggunakan cara manual (misalnya perlintasan rel). slot gacor hari ini pragmatic

Hal ini karena dapat menghambat kecepatan kereta api yang melintas dan mengancam keselamatan penumpang.

Oleh karena itu, pola penyeberangan di stasiun ini diubah menjadi vertikal, di mana penumpang KRL hanya perlu naik atau turun peron jika ingin menyeberang.

Sejak stasiun ini dibangun di atas tiga lantai, sejumlah tangga, eskalator, dan lift telah dipasang untuk memudahkan pergerakan penumpang.

Kepada wartawan, Senin (30 Mei 2022) di Stasiun Mangarai, Jakarta:

Saat ini progres pembangunan Stasiun Manggarai sudah mencapai 60%, dan pekerjaan shift 5 (SO 5) berlangsung mulai Sabtu (28-05-22).

SO5

SO 5 merupakan bagian dari rencana proyek DDT (Double-Double Track) untuk memisahkan Jalur Bogor, Jalur Bekasi, KA Bandara, dan KA jarak jauh serta mengaktifkan jalur layang.

Oleh karena itu, rute KRL Jabodetabek juga diubah karena penumpang KRL Bogor yang ingin turun di Sudirman, Tanah Abang dan Duri Kampung Bandan menuju stasiun Jatinegara kini harus menyeberang di stasiun Manggarai.

Demikian pula penumpang KRL Cikarang/Bekasi tujuan Jakarta-Kota harus menyeberang di Stasiun Mangarai untuk berganti kereta tujuan Bogor-Jakarta-Kota.

Penumpang yang lewat di Stasiun Mangarai

Pembangunan DDT dimaksudkan untuk meningkatkan keselamatan dan keamanan pengguna saat berganti kereta seiring perjalanan kereta api melalui Stasiun Mangarai meningkat dan jumlah penumpang terus meningkat.

Pasalnya, rata-rata jumlah penumpang transit harian di Stasiun Mangarai adalah 20.000 hingga 200.000.

Jumlah ini cukup banyak dibandingkan dengan jumlah penumpang yang datang dari Stasiun Mangarai yang kurang dari 5.000 orang.

Stasiun tersibuk di Indonesia, Stasiun Mangarai

Sebagai referensi, Stasiun Mangarai dikenal sebagai stasiun tersibuk di Indonesia dengan kurang lebih 1.054 penerbangan.

Terminal seluas 2,47 hektar ini dibuka pada 1 Mei 1918. Sejak saat itu, jumlah penumpang di Stasiun Mangarai terus meningkat, sehingga pemerintah menganggap penting untuk mengubah Stasiun Mangarai menjadi stasiun pusat.

Hal ini terlihat dari jumlah rel yang semula di Stasiun Mangarai adalah 9, namun kini bertambah menjadi 13, dan salah satunya adalah jalan layang.

Setelah SO 5, hanya KA Jalur 1 dan 2 yang berangkat dari Stasiun Mangarai, dan Jalur 3 yang tidak beroperasi.

Sedangkan KRL feri Bekasi/Cikarang akan disediakan di Jalur 6 dan 7 di Stasiun Mangarai. Jalur Bogor dilayani pada jalur 10, 11, 12 dan 13.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.