Spread the love

beritamenang.com  – Lingkungan bisa menentukan nasib seseorang. Karena itu, penting untuk memilih pekerjaan di mana orang-orang di sekitarnya bisa membuat kamu berkembang dan jadi lebih sukses. Sayangnya tidak semua profesional beruntung dan malah terjebak dengan rekan-rekan ‘toxic’. Ketika dihadapkan dengan lingkungan yang toxic, pakar pun menyarankan untuk jangan langsung undur diri. Apa yang harus dilakukan? link slot gacor 2022

Dalam acara Kulwap yang diadakan Wolipop bertema ‘Karier Melejit Biar Gak Perlu Irit’, mentor karier Iestri Kusumah bicara soal ‘toxic environment’ di dunia kerja. Tak dipungkiri jika lingkungan kerja bisa jadi kurang sehat ketika orang-orang di dalamnya saling mencibir bahkan menjatuhkan.

Ketika itu terjadi, resign belum tentu jadi solusi terbaiknya ketika kamu belum punya pilihan lain yang sudah pasti lebih baik. Berikut lima tips menghadapi lingkungan kerja toxic:

1. Punya Batasan Berada di lingkungan kerja ‘toxic’ tentu tidak menyenangkan. Tapi hal itu tidak harus mempengaruhi kamu apalagi ketika kamu sudah nyaman dengan pekerjaan tersebut. Salah satu cara menghadapinya adalah dengan memiliki batasan diri. Ketika ada rekan yang mencoba ‘menyeret’ kamu melakukan tindakan yang kurang baik atau tidak profesional, pastikan kamu menolaknya dengan halus. “Kalau kita diminta melakukan hal-hal di luar pekerjaan, kita punya hak untuk menolak itu,” kata Iestri.

2. Fokus pada Diri Sendiri Meski rekan-rekan kerja sering bersikap tidak baik, kamu bisa fokus saja pada diri sendiri. Ketika mereka melakukan hal-hal yang tidak kamu suka, kalau bisa jangan terpengaruh atau terlibat sekaligus untuk menunjukkan bahwa kamu tidak tertarik mengikuti mereka. Selama di kantor, selesaikan pekerjaan dan setelah itu pulang tanpa banyak berinteraksi yang tidak perlu.

3. Dimulai dari Diri Sendiri Iestri pun mengatakan kamu bisa mencoba untuk mengubah lingkungan kerja yang toxic untuk menjadi lebih baik, paling tidak agar tidak bertambah parah. Caranya adalah dimulai dari diri sendiri.

Misalnya kalau ada yang tidak baik, ada yang mengghibah, kita berani menolak dan mengkomunikasikan masalahnya ke HRD atau atasan,” kata Iestri.

4. Jangan Ikut Toxic Dikatakan jika tanpa membuat drama, tempat kerja sering kali diramaikan dengan konflik yang memang wajar terjadi. Karena itu, ada baiknya untuk tidak menyulut permasalahan selama bekerja. 

5. Cari Rekan yang Positif Di tengah rekan-rekan kerja toxic, pastikan kamu punya satu teman yang paling tidak bisa dipercaya dan sebagai tempat berbagi. Tapi Iestri pun tetap menyarankan agar kamu punya batasan diri.

Tapi tetap punya batasan, jangan terlalu membicarakan urusan personal karena kita nggak tahu mereka selalu bisa positif atau nggak, fokusnya di kerjaan masing-masing karena beda dengan sekolah di mana kita bisa punya pertemanan yang dekat. Di tempat kerja kita masing-masing punya tujuan dan kebutuhan jadi tidak selalu bisa mengharapkan suportif dan care pada kita,” kata Iestri.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan. Ruas yang wajib ditandai *