Spread the love

beritamenang.com  JAKARTA — Ketua Apindo Bidang Kebijakan Publik, Sutrisno Iwantono mengungkapkan dampak positif dan negatif dari melemahnya nilai tukar rupiah terhadap dolar AS.

Sutrisno berujar keputusan Bank Sentral Amerika Serikat (AS) (The Fed) menaikkan suku bunga sebesar 75 basis poin berdampak besar bagi mata uang banyak negara, termasuk rupiah. link slot gacor

Namun, ucap Sutrisno, pelemahan nilai tukar rupiah akan berdampak terhadap industri-industri yang bahan baku dari impor. Terutama akan mengalami kenaikan biaya produksi.

“Manufakturing, alumunium, baja, dan sebagainya. Itu pasti biaya produksi akan naik. Karena kita akan membeli barang lebih mahal,” tutur Sutrisno.

Hal tersebut akan memperlemah daya saing industri-industri yang sangat bergantung dari bahan baku luar negeri. Tapi di sisi lain, akan berdampak positif juga bagi industri-industri yang berorientasi ekspor.

Karena itu, Apindo berharap pemerintah bisa mendukung industri-industri yang berorientasi ekspor dan memberikan dukungan terhadap bahan baku lokal.

Melemahnya nilai tukar rupiah, kata Sutrisno, memang memiliki dampak positif dan negatif. Contoh dampak negatif, yakni beban utang jadi tinggi.

“Karena utang kita dolar, dolarnya mahal. Industri penghasil dolar itu harus dikembangkan, supaya bisa mengimbangi kebutuhan dolar. Karena utang jadi berat, nanti kemampuan pemerintah membiayai APBN jadi terbatas,” kata Sutrisno.

Sutrisno mengatakan, karena itu konsumsi rumah tangga harus tetap dipertahankan. Supaya bisa mempertahankan permintaan pasar. Upaya mendorong daya beli ini tetap penting supaya ekonomi tetap tumbuh karena konsumsi.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.