Spread the love

Beritamenang.com, – Imat, 35 tahun, pedagang saham dari pasar Ciputat Tangerang Selatan mengaku terobsesi menjual minyak goreng dalam jumlah besar dengan harga subsidi karena harus mengisinya dengan minyak berliter-liter.

“Orang yang bekerja (siaga) tidak bisa berbuat apa-apa, mereka harus menimbang gula, menimbang tepung, membongkar dan membersihkan,” katanya kepada di Pasar Ciputat Tangerang Selatan, Kamis. 26. / 5 Mei 2022).). slot gacor hari ini

Emmat dan rekan-rekannya juga berencana mengadukan kepada pemilik toko Agra bahwa mereka tidak lagi mengambil minyak goreng dalam jumlah besar dengan harga bersubsidi yang dijual menggunakan jerigen kaleng.

Immat melanjutkan, “Barangnya sudah sampai kemarin sore. Kemarin saya terima 10 kaleng jerigen lagi, sore ini saya terima tambahan 10 kaleng jerigen. Modalnya tidak tahu siapa pemiliknya, katanya untung Rp 1.000 per liter. .” “Katanya.

Pedagang diketahui membeli minyak goreng curah bersubsidi dengan harga modal Rp 13.000 per liter. Kemudian harus dijual kembali ke konsumen seharga Rs 14.000 per liter.

Karena tidak nyaman mengemas minyak dalam kapasitas 1 liter, Emmat dan rekan-rekannya mengemas oli dalam wadah 2 liter.

Dari pukul 06:00 WIB hingga pukul 18:00 WIB, Imat dan rekan-rekannya melakukan pengisian ulang jerigen ke dalam wadah 2 liter.

”Kaleng dua liter dijual seharga Rp 28.000. Untungnya, harga plastik sekitar 1.500 kali lipat dari kaleng dua liter,” katanya.

E-Mart menjelaskan bahwa konsumen yang ingin membeli minyak goreng harus menunjukkan tanda pengenal.

Nantinya, Imat, pedagang utama, akan mengirimkan salinan ID pembeli kepada pedagang utama.

Baru kemudian pemilik toko stok mengirimkan foto KTP pembeli kepada penjual yang telah membeli minyak goreng curah bersubsidi.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.