Spread the love

Beritamenang.com  JAKARTA, – Pria bernama Fihri Fazila Norizki mengaku telah lolos pencalonan Sersan Polisi Metro Gaya, namun namanya tiba-tiba dicoret sebelum menjalani pelatihan.

Bulda Metro Gaya membenarkan bahwa pencopotan nama Fehri bersifat prosedural, dan membantah adanya mahasiswa yang dipercaya.

Fahri sebelumnya mengaku dalam sebuah video bahwa dia tidak masuk sekolah meskipun lulus Ujian Calon NCO tahun 2021 Polres Gaya Metro.

Dalam video yang diunggah ke akun TikTok @fahrifadillah106, Fahri mengaku lolos tes seleksi NCO dan menduduki peringkat ke-35 dari total 1.200 peserta. slot gacor malam ini 2022

Namun, kata Fahri, namanya tiba-tiba menghilang dari daftar calon dan diganti nama orang lain beberapa hari sebelum batas waktu pelatihan.

Pengakuan Pihri dengan cepat menyebar melalui media sosial dan menjadi topik hangat di kalangan netizen.

Sebuah kiriman dibagikan oleh Hillary Brigitta Lasut (@hillarybrigitta)

Metro Bulda Jaya Kumbis Indra Zulpan, Direktur Humas, mengakui Fahri Fadela Norizki lolos seleksi tahap 1 calon sersan di Polda Metro Jaya.

Namun, surat dari Mabes Polri menyebutkan adanya pengawasan sebelum peserta berangkat ke sekolah.

Zolban mengatakan dia didiskualifikasi lagi karena Fahri menderita buta warna sebagian saat mengawasi.

Hal itu diketahui berdasarkan hasil pemeriksaan kesehatan yang dilakukan oleh tim medis Biddokkes Polda Metro Jaya dan disaksikan oleh Propam Polda Metro Jaya serta Direktur Sumber Daya Manusia.

Zulpan mengatakan Senin (30 Mei 2022) ”Akibatnya orang ini tidak bisa mengikuti pelatihan karena buta warna sebagian, karena ini merupakan syarat mutlak.”

Ia melanjutkan, “Polisi tidak boleh buta warna. Persyaratan dasar kesehatan harus dipahami.”

Demikian disampaikan Bolda Metro Jaya Kombes Didit Setioboedi, Kepala Departemen Kedokteran dan Kesehatan (Direktur Dokkes).

Didet mengatakan, “Kebanyakan orang yang belajar tentang buta warna menghafal (rencana).”

Alhasil, Fahri menyimpan lokasi tanya jawab dari tes buta warna yang dilakukan pada tahap primary screening.

Ia melanjutkan, “Hanya ditemukan setelah penyelidikan menyeluruh. Karena saya menggunakan buku ini setiap tahun, ada kemungkinan saya mempelajari dan menghafal buku ini.”

Senada dengan tafsir tersebut, Polda Metro Jaya memastikan Fahri tidak tergantikan “mahasiswa pengganti” dalam Seleksi Calon Bintara Polri Tahun 2021.

Kepala Biro Sumber Daya Manusia Polda Metro Jaya Kombes Langgeng Purnomo mengatakan, pergantian nama Fehri gagal mengawal prosedur sebelum memulai pelatihan.

Fihri digantikan oleh kandidat lain yang berpangkat lebih rendah pada usia 35 tahun.

Seperti yang dikatakan Lanjing, “Jika Anda tidak memenuhi persyaratan, Anda akan diturunkan.”

“Juga, ini tidak menjadi perhatian (untuk memasukkan siswa lain),” kata Lanjing.

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.