Spread the love

beritamenang.com  – Wabah Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) pada hewan ternak, terutama sapi, menjadi sorotan di Indonesia.

Hingga saat ini, kasus PMK pada dilaporkan dilaporkan sudah menjangkit di 18. slot gacor tanpa potongan

Sekira 150 Ribu ekor ternak Deeperkirakan terjangkit PMK.

Pengertian PMK

Dikutip dari Buku Panduan Kesiagaan Darurat Veteriner indonesia terbitan Kementerian Pertanian (Kementan), Penyakit Mulut dan Kuku (PMK) adalah penyakit infeksi virus yang bersifat akut dan sangat menular pada hewan berkuah-belhoku.

Penyakit ini ditandai dengan adanya pembentukan vesikel/lepuh dan erosi di mulut, lidah, gusi, lubang hidung, puting, dan di sekitar kulit kuku.

PMK dapat menimbulkan kerugian ekonomi yang besar akibat menurunnya produksi dan hambatan dalam perdagangan hewan dan produk.

Nama penyakit lain ini antara lain aphthae epizootica (AE), aphthous fever, penyakit mulut dan kuku (PMK).

yang peka atau mudah terjangkit PMK adalah hewan berkuku genap atau belah, yaitu jenis ruminansia(sapi, kerbau, kambing, Hewan domba, rusa), babi, unta dan beberapa jenis hewan liar seperti bisonjah

Infeksi PMK buatan juga dapat ditularkan kepada tikus, marmut, kelinci, hamster, ayam dan beberapa jenis hewan pembohong, tetapi tidak memegang peranan penting dalam penyebaran PMK di alam.

Casus Rama Terulang Kembali

Sementara itu Kementan mencatat, Indonesia Ferna Mengalami Beverapa Kali Waba PMK.

Penyakit ini pertama kali masuk Indonesia pada tahun 1887 melalui import sapi dari Belanda.

Ada potensi penyebaran PMK secara cepat ke populasi rentan di Indonesia.

Penyebaran secara cepat terjadi melalui lintas hewan dan produk, kendaraan dan benda yang terkontaminasi virus PMK.

Untuk Mengurangi Dampak yang lebih besar dan penyebaran PMK, maka diperlukan deteksi dan diagnosis PMK yang cepat serta pengendalian yang akurat dari lintas hewan dan produk maslain

Park Shin PMK Dimulay

Sementara itu vaksinasi perdana nasional terhadap hewan ternak untuk mengendalikan penyakit mulut dan kuku hewan(PMK) mulai dilakukan pada Selasa (14/6/2022) kemarin.

Hal itu disampaikan Kepala Biro Humas dan Informasi Publik Kementan, Kuntoro Boga Andri, melalui YouTube Kementan, Senin (13/6/2022).

Ia menyebut vaksinasi dilakukan setelah vaksin PMK tahap pertama tiba di Indonesia pada 12 Juni 2022.

Selanjutnya, akan tiba 800.000 vaksin PMK dalam beberapa waktu ke depan untuk memenuhi pengadaan total 3 juta vaksin secara nasional.

Selain itu, vaksinasi akan pemuliaan bagi hewan sehat dan berisiko tinggi tertular PMK yang berada di sumber pembibitan ternak, sapi perah milik rakyat dan koperasi susu, serta peternak sapi potong.

Kami juga bahwa Kementan melalui Pusat Veteriner Farma (Pusvetma) di Surabaya juga mempersiapkan vaksin lokal yang diprediksi selesai produksi akhir Agustus 2022 nanti.

Berita terkait Penyakit Mulut dan Kuku

By admin

Tinggalkan Balasan

Alamat email Anda tidak akan dipublikasikan.